Home

Pelatihan pengolahan durian menjadi lempok 2019

Musim durian tahun 2018 ini berlimpah harga durian di pasar Lanjak, Kecamatan Batang Lupar pada awal musim satu buah seharga Rp 10.000,-, namun setelah jumlah durian membanjiri pasar, harga jatuh bahkan bisa mencapai 4 buah dengan harga Rp 10.000,-. Pada musim durian tahun lalu durian di jual ke Sarawak Malaysia, tetapi ternyata tahun ini di Sarawak juga durian berlimpah sehingga banyak durian yang tidak laku di jual dan dibiarkan jatuh tanpa di pungut.

Boleh dibilang durian tidak ada harganya, bisa dibayangkan salah seorang petani dari Kecamatan Benua Martinus mengatakan bahwa “pagi ini saya bersama dengan teman saya mencari durian yang jatuh di kebun selama sekitar tiga jam mengitari kawasan kebun durian dan hanya ada sekitar 20 biji yang kami dapatkan”. 

Harga durian pada penghujung musim waktu itu sudah anjlok yaitu 4 buah seharga hanya Rp 10.000,-. Kami membeli sekitar 10 buah durian dengan harga Rp 25.000,- makan sepuasnya. Sisanya 10 durian lainnya entah bagaimana nasibnya apakah terjual atau tidak, tetapi karena berdua yang mencari harus dibagi dua. Jadi hanya belasan ribu rupiah saja perorang.

Itu sebabnya kami mengadakan pelatihan pengolahan buah durian menjadi makanan olahan yang lebih bernilai dan bisa disimpan lama dengan cara yang praktis yang bisa dibuat oleh petani di desa Labian dan Mensiau pada tahun awal tahun 2019. Kami mengundang ibu-ibu dari desa untuk membuat lempok durian.

Buah durian ini juga merupakan buah-buahan dari hutan yang tumbuh di kawasan “tembawang” milik warga masyarakat di sekitar hutan yang menjadi tanaman agroforestry. Dengan demikian usaha lempok durian memenuhi unsur menguntungkan secara ekonomi, dapat diterima secara sosial dan dapat menjaga lingkungan, karena menjaga kawasan hutan.