Survey Bio Fisik Di Hutan Perawan Keluin

Tinggal selama tiga bulan (April-Juni 2011) di tengah belantara hutan hujan tropis (tropical rain forest) di ketinggian sekitar 300-400 meter diatas permukaan laut, yang kondisinya masih perawan di daerah bukit dusun keluin, bagian utara kawasan taman nasional danau sentarum ini bukan waktu yang singkat. Cuaca yang dingin meskipun di siang hari, karena kondisi hutan lebat dan di daerah ketinggian membuat selera makan berkobar-kobar, apa lagi dari atas sana bisa terlihat hamparan kawasan taman nasional danau sentarum yang indah tampak dari kejauhan. meski begitu pekerjaan utama melakukan survey dan penelitian bio fisik hal utama yang menjadi tujuan saya dan tim yang membuat tenda dengan beberapa anggota masyarakat dari kampung keluin, Riak Bumi dan peneliti dari proyek berkebangsaan Prancis dan Jerman dengan jumlah personil sekitar 12 orang.

Proyek ini dinamai CoLUPSIA PROJECT yang untuk kegiatan bio fisik ini merupakan proyek kerjasama antara CIRAD, CIFOR dan Riak Bumi sebagai focal point untuk Kalimantan Barat, terutama di Kapuas Hulu. Kegiatan tim bio fisik adalah melakukan pendataan di dalam hutan primer seluas + 4 Ha, data-data yang dikumpulkan berupa data diameter pohon, tinggi pohon, dan pengambilan sampel daun (herbarium). Identifikasi awal berupa pemberian nama lokal tumbuhan yaitu nama lokal dengan  bahasa penduduk setempat (Bahasa Iban). Data-data lain yang dikumpulkan adalah pengambilan sampel tanah, data erosi, dan curah hujan.
bekas_beruang
Secara umum data yang berhasil dihimpun selama pendataan di lapangan berupa total jumlah pohon yang terdata sebanyak + 3096 pohon, jenis-jenis pohon tercatat sebanyak + 165 jenis. Hasil hutan yang banyak diambil masyarakan setempat adalah jenis-jenis rotan untuk pembuatan ladung serta kerajinan lainnya, kayu gerunggang untuk pembuatan sarung parang, kayu kempas untuk tangkai parang, kayu perawan untuk membuat sampan, kayu tulang ular untuk perangkap/ jerat, beberapa jenis kayu untuk tombak dan pengemudi sampan panjang, beberapa jenis tanaman yang dimanfaatkan untuk makanan seperti umbut rotan, kulat lepik (jamur), kulat mata babi, daun sabung (melinjo), daun kesinok yang aromanya seperti buah petai dan lainya.  Data-data yang diperoleh nantinya diharapkan dapat berguna bagi kita semua baik sebagai data penunjang bagi penelitian-penelitian selanjutnya, maupun bagi pengambil keputusan untuk menjadikan referensi, terutama dalam pengelolaan lahan yang lebih arif dan bijak. Mudah-mudahan dari sedikit data yang kami tampilkan tersebut dapat menarik teman-teman atau organisasi lain untuk melakukan penelitian-penelitian yang lebih mendalam di kawasan tersebut. By Landung RB.