Festival Makanan Tradisional dan Kebudayaan 2016

Potensi sumber daya alam yang kaya di bumi Kapuas Hulu ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai pendukung ketersediaan pangan.  Beragam bahan baku tersebut diolah sedemikian rupa menjadi sebuah kuliner tradisional yang khas dan dapat dinikmati banyak orang sebagai wisata kuliner.  Hutan yang menyediakan sumber bahan makanan bagi masyarakat di sekitar hutan yang secara turun temurun telah dikelola secara bijaksana adalah upaya masyarakat dengan kearifan tradisi untuk menjaga keanekaragaman hayati yang tersedia di alam secara berkelanjutan yang juga mendukung upaya pengembangan desa hijau.

 

Selain memiliki keunggulan khusus, makanan dari hutan memiliki cita rasa dan nilai kesehatan yang baik, karena diolah dari bahan alami. Pada saat yang sama, pada jaman sekarang promosi makanan instant sangat gencar hingga ke pelosok tanah air bahkan di desa-desa terpencil. Banyak sekali makanan-makanan dari luar yang menawarkan makanan cepat saji atau fast food yang bahan makanan yang kadang kala tidak jelas asalnya, menggunakan bahan pewarna dan pengawet berbahaya yang tentunya ke depan akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Selain itu, untuk mendapatkannya harus mengeluarkan uang yang sebetulnya tidak perlu bagi masyarakat yang kaya akan sumber makanan dari alam yang bisa diperoleh secara gratis.

Oleh karena itu, perlu untuk mendorong masyarakat untuk merasa bangga akan makanan dari hutan yang lebih sehat dan kembali kepada makanan yang alami atau back to nature. Dan hal ini sejalan dengan sebuah gerakan dunia yang belakangan ini semakin besar untuk mengkampanyekan makanan slow food sebagai kebalikan dari fast food tersebut. Selain itu, hal ini juga dalam upaya mempromosikan dan berbagi pengetahuan dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan berbasis kearifan tradisi di desa-desa di Kabupaten Kapuas Hulu serta memperkenalkan makanan tradisional khas Kabupaten Kapuas Hulu, maka perlu dilakukan kegiatan Festival Makanan Tradisional dan Pengembangan Desa Hijau 2016.

Maksud dilaksanakan Festival Makanan Tradisional dan Pengembangan Desa Hijau 2016 ini adalah mempromosikan praktek-praktek terbaik masyarakat desa di Kabupaten Kapuas Hulu dalam membangun desa yang memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan pemanfaatan makanan dari hutan yang alami, higienis dan sehat.

Tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah:

  • Meningkatkan kapasitas pemerintah desa BPD, kelompok produksi, kelompok adat, kelompok perempuan dan lembaga swadaya masyarakat dan stakeholders lainnya untuk mengintergasikan ekosistem dalam rencana pembanguan desa.
  • Mempromosikan pelbagai inovasi desa, praktek tata kelola desa, tatangan dan jalan keluar yang diterapkan oleh desa untuk menjawab pelaksanaan UU desa.
  • Mengingatkan dan membuat bangga masyarakat atas makanan tradisional yang berasal dari hutan dan juga terhadap kearifan tradisi budayanya.
  • Adanya peningkatan pendapatan melalui identifikasi makanan khusus yang mempunyai potensi untuk ditingkatkan nilainya dan dikomersialkan kedepan.
  • Bersama masyarakat untuk meningkatkan konservasi dan keberlanjutan sumber bahan makanan alami.

Topik kegiatan ini adalah: “Mempromosikan serta berbagi pengetahuan dalam pemanfaatan dan pengelolaan Sumber Daya yang berkelanjutan berbasis kearifan tradisi”.

Festival ini direncanakan pada hari Jum’at s.d Senin, tanggal 9 s.d 12 Desember 2016 yang akan dipusatkan di Lanjak, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

Panitia kegiatan ini adalah gabungan beberapa lembaga baik pemerintah maupun non pemerintah dan perangkat desa yang terdiri dari:
1. BAPPEDA Kapuas Hulu
2. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kapuas Hulu
3. Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kapuas Hulu
4. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
5. Yayasan Riak Bumi
6. WWF Indonesia
7. Yayasan PRCF Indonesia
8. Yayasan Dian Tama
9. Kompakh
10. Perkumpulan Kaban
11. SIPAT
12. Lembaga Desa