Pelatihan Ektraksi Minyak Tengkawang 2019

Musim tengkawang di Kapuas Hulu sudah mulai berakhir. Harga buah tengkawang kering sangat rendah hanya sekitar Rp 2.000,-/kg. Padahal pada musim tengkawang sebelumnya harga berkisar antara Rp 6.000-Rp 7.000/kg. Akibatnya banyak buah tengkawang yang jatuh di hutan tidak dikumpulkan masyarakat. Beruntung bahwa ada yang bersedia membeli dengan harga lebih tinggi di musim ini, sayangnya jumlahnya terbatas, hanya 10 ton. Harga buah tengkawang yang diminati adalah buah tengkawang yang diproses dengan cara direbus atau direndam terlebih dahulu baru di keringkan dengan di jemur di panas matahari.

Kesempatan ini digunakan oleh Yayasan Riak Bumi untuk melatih masyarakat Dusun Ngaung Keruh di Desa Labian untuk memproduksi minyak tengkawang. Buah yang diperlukan adalah buah yang diproses dengan cara direbus dan di jemur, bukan dengan cara diasapkan atau di salai. Hal ini karena permintaan pasar minyak tengkawang yang menginginkan minyak tengkawang yang tidak berbau asap.

Minyak tengkawang diproses dengan mengunakan mesin penggiling untuk menghancurkan buah, kemudian baru di kukus dengan dandang pengukus. Segera setelah itu serbuk tengkawang yang telah dikukus dimasukan ke dalam saringan dan kemudian dipress dengan alat press hidrolik. Seketika itu juga minyak tengkawang akan keluar dan ditadah. Biasanya dalam jangka waktu paling lama 3 hari minyak tengkawang menjadi padat seperti mentega.