Menanam di Pulau Sepandan

Meski agak gerimis, tidak menghalang semangat panitia pelaksana untuk pergi ke kampung Ukit-Ukit di awal Februari 2010. Sehari sebelum penanaman, diadakan acara workshop yang dilaksanakan di SMPN2 Batang Lupar di Ukit-Ukit, berjarak sekitar 20 km sebelah timur kota Lanjak, kegiatan ini diikuti sebanyak 30 siswa bersama dewan guru dan kepala sekolah, bertempat diruang kelas SMPN2, setelah persentasi dari Kang Endik Casdika KSPTN wilayah I Lanjak, peserta diajak mencicipi madu hutan TNDS, dan dilanjutkan Presentasi dari Heri (Direktur Riak Bumi) tentang pengenalan Yayasan Riak Bumi dan kegiatan lembaga, diakhir presentasi yang dipandu oleh Nina, 9 orang yang beruntung akan mendapatkan bingkisan menarik bila menjawab dengan benar pertanyaan seputar presentasi. Sorenya dilaksanakan di gedung Balai Adat Lanjak, diikuti 60 orang siswa dari SMPN1 Batang Lupar dan SMUN1 Lanjak. Antusiasme siswa-siswi terlihtanam_di_sepandanat sejak awal, belum lagi acara dimulai mereka telah memenuhi Aula Balai Adat, riuh sorak mewarnai permainan pembuka yang dipandu oleh Kang Ade dan Bang Boy, keduanya adalah anggota polhut BTNDS yang memandu acara pembukaan sosialisasi, setelah presentasi yang atraktif, dari Kang Endik dan Pak Heri, acara cicip madu, door prize, pada akhir acara siswa juga berkesempatan nonton bareng film tentang lebah madu hutan Apis Dorsata.

Read more: Menanam di Pulau Sepandan

Keong Mas Tersebar di TNDS

Dear Teman-teman, Pertengahan November 2009 ini, kami baru saja kembali dari TNDS dan menemukan ada ancaman baru yang perlu segera ditangani dengan cepat: keong mas!! Tim kita yiatu Mas Leon dan Pak Itam yang pertama menemukan, waktu lewat Danau Sekawi ada telur-telur keong mas yang menempel di daun dan batang tumbuhan-tumbuhan, serta di badan perahu.

Read more: Keong Mas Tersebar di TNDS

Bemban Dapat Award UNESCO

Pernahkan anda mendengar tentang “bemban” (Donax cannaeformis)? Jenis tanaman air ini sepintas lalu seperti rumput biasa yang tak berguna. Namun bagi orang Iban di Danau Sentarum, tanaman bemban ini merupakan tanaman yang sangat berguna sebagai bahan dasar untuk membuat tikar bermotif.

Secara turun temurun anyaman tikar bemban bermotif ini menjadi kebanggaan pengerajin anyaman yang utamanya adalah kaum perempuan. Anyaman tikar bermotif ini hanya digelar pada saat pesta atau upacara adat tertentu. Jika anda berkunjung ke rumah suku Iban mereka menggelar tikar ini untuk anda, maka anda adalah tamu kehormatan mereka.

Motif-motif ini merupakan motif tradisional yang merupakan hasil dari daya cipta si pembuat. Biasanya perempuan penganyam yang mempunyai kemampuan khusus ini terdapat tato “tegulun” dibagian pergelangan tangannya, menandakan kemampuan dan statusnya. Motif-motif ini merupakan gambaran alam, tumbuhan, binatang dan roh-roh nenek moyang. Aslinya motif ini berasal dari daya imajinasi dan mimpi yang mereka percayai dari roh (antu).

Karena kehalusan produk dari bahan bemban yang dihasilkan dari perempuan pengerajin di Danau Sentarum ini telah mendapatkan penghargaan Seal of Excellence oleh UNESCO tahun 2006 yang dinominasikan oleh PT. Pillus Andini Exporindo. www.toodoc.com/bemban-pdf.html

Madu Hutan Organik dan Higienis KalBar

Madu hutan merupakan madu yang diproduksi madu lebah hutan dari jenis apis dorsata. Jenis lebah hutan ini hanya ada di asia dan asia tenggara. Sebagaimana namanya lebah hutan, bahwa lebah ini sangat tergantung dengan kondisi hutan, karena lebah ini mengumpulkan pollen dan nectar dari bunga hutan disekitarnya.

Di Taman Nasional Danau Sentarum, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, lebah h7-cara-panen-copyutan ini sudah dipelihara secara turun temurun. Sistem yang paling populer dari kawasan ini adalah memelihara dengan system “tikung”. Singkatnya sistem tikung ini adalah dengan membuat dahan tiruan untuk lebah. Meskipun ada madu dari pohon tinggi yang disebut lalau di Danau Sentarum, produksi dari tikung paling banyak.

Read more: Madu Hutan Organik dan Higienis KalBar

Pakan Lebah Hutan Danau Sentarum

Bunga-bunga sebagai pakan lebah hutan (Apis dorsata) di Danau Sentarum bersumber dari bermacam-macam bunga kayu hutan. Bunga kayu hutan ini mempengaruhi rasa, warna dan aroma madu hutan. Bunga-bunga hutan yang beragam ini bermekaran secara berurutan, tergantung  jenis kayu. Dilihat dari waktu berbunganya jenis kayu tersebut di atas ada beberapa bunga yang mekar pada bulan yang sama, dengan demikian sangat memungkinkan bahwa madu berasal dari campuran beberapa jenis bunga kayu. Mungkin bisa lihat jenis kayu yang dominan untuk menentukan rasa yang lebih kuat dari jenis bunga yang mana.

Read more: Pakan Lebah Hutan Danau Sentarum