Radio Komunitas Di Danau Sentarum

Bagi kalangan masyarakat yang tinggal di pedalaman Kalimantan di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum, informasi sangat sulit diperoleh. Kalau mau nonton TV tidak hanya cukup bisa beli TV, karena tidak ada jaringan TV yang masuk, untuk itu harus beli parabola. Nah untuk beli TV dan parabola tidak semua orang mampu, tidak sampai disitu ... belum tentu bisa nonton karena harus ada generator dulu dan juga minyak. Dengan adanya krisis ekonomi global sekarang harga minya bisa mencapai 15.000/liter pada musim kemarau, itupun kalau ada yang jual. Sementara di SPBU harganya masing 4.500/liter. Begitulah sekelumit gambaran informasi di pedalaman Kalimantan…

Read more: Radio Komunitas Di Danau Sentarum

Paska Banjir Besar di Sentarum

Ketinggian air sudah mulai turun awal Januari 2011 dari banjir tahun lalu yang merupakan banjir terbesar sejak sepuluh tahun lalu, rumah-rumah yang tadinya terendam dan dibuat lantai sementara seperti para-para di dalam rumah, kini sudah dibongkar. Kegiatan mulai kembali normal, mencari ikan bagi nelayan, berladang bagi petani telah kembali sebagaimana biasanya. Namun sisa banjir besar masih menjadi topik hangat yang terjadi tahun ini masih menyisakan hasil, baik maupun buruk, untung maupun rugi.

Read more: Paska Banjir Besar di Sentarum

Heri Selected As Ashoka Fellow 2009

Dear Friends,We would like to announce you that our friends VALENTINUS HERI just has selected as ASHOKA INDONESIA FELLOW (www.ashoka.or.id). Heri has nominated as social enterpenuer 2009 because of his original idea to develop forest honey network Indonesia that begun from his experience in facilitate for about 15 years of forest honey collector group in Danau Sentarum National Park and try to replicate the success in other forest honey collectors in Indonesia and other countries through forest honey network Indonesia.

We realize actually this is our (all of us) success because this will not possible without your support, work hard, commitment and cooperation. Therefore, on behalf of Riak Bumi we would like to say thanks to all of you and hope forest honey network Indonesia will get more success for the next.

Menuju Danau Sentarum Impian 2014

Riak Bumi bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Danau Sentarum menyelenggarakan pertemuan tahunan masyarakat Taman Nasional Danau Sentarum di Lanjak Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu pada bulan Maret 2009. Pertemuan tahunan masyarakat TNDS ini sudah yang ke empat kalinya. Secara berturut-turut mulai di Nanga Leboyan, Pulau Majang, Empanang dan Lanjak.

Pertemuan tahunan di Lanjak ini melibatkan sekitar 120 orang perwakilan masyarakat Danau Sentarum dari 18 kampung yang berasal dari organisasi-organisasi kelompok masyarakat yaitu: kelompok nelayan, kelompok petani madu hutan, kelompok perempuan pengerajin, kelompok radio komunitas, kelompok kepala desa/dusun dan kelompok adat. Dalam pertemuan ini juga melibatkan pihak pemerintah kabupaten Kapuas hulu dan beberapa LSM yang mempunyai keperdulian terhadap TNDS misalnya WWF Putussibau, FLEGTI dan Walhi.

Read more: Menuju Danau Sentarum Impian 2014

Taman Anggrek Alami di Selimbau

Rentang masa berlalu…dari kegiatan mengidentifikasi anggrek di Taman Nasional Danau Sentarum. Anggrek Alam yang menjadi target untuk di identifikasi keberadaan dan jenisnya. Namun dalam pemantauan keberadaan anggrek,  kami selalu berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat, termasuk masyarakat yang memang mulai menyukai tanaman hias setelah mengetahuinya.

Selimbau, salah satu Kecamatan yang wilayahnya berada di TNDS. Kerap kali kami selalu mampir di sini sebelum masuk ke danau atau sebaliknya setelah dari danau. Interaksi yang di bangun dengan “teman-teman” yang telah memiliki ketertarikan dengan tanaman Anggrek selalu terjalin, termasuk saling memberi informasi akan potensi anggrek alam di sekitar wilayah Kecamatan Selimbau. Tahap demi tahap di transformasikan ; pengenalan jenis, perlakuan, dan apresiasi terhadap anggrek alam dan lain-lain.

Selanjutnya mulai didorong pembentukan wadah bagi para penggemar anggrek di Selimbau agar bisa lebih solid dalam pengelolaan dan pemanfaatannya. Para perangkat desa dan kecamatan pun tak luput dari upaya mengapresiasikan tentang anggrek alam

Pada hari Minggu pagi, tanggal 27 April 2008 diresmikan-lah  Taman Anggrek Alami di Selimbau, proses pemantauan yang dilakukan selama ini di wilayah kota Kecamatan Selimbau banyak ditumbuhi dan ditemui anggrek alam terutama jenis Coelogyne pandurata baik yang tumbuh di pohon pinggir sungai bahkan ditemukan juga banyak yang tumbuh di tanah, terutama di komplek makam raja Selimbau.

Keberadaan komplek makam raja, areal di belakangnya dahulu merupakan lapangan sepak bola…dan ternyata kini menjadi tempat yang cocok karena lantai tanahnya berlumut bahkan terdapat berbagai jenis anggrek alam serta Nephentes (Kantong Semar). Keberadaan makam raja yang menjadi cagar budaya bagi masyarakat dan ternyata di areal tersebut juga terdapat potensi yang bisa menjadi aset bagi masyarakat Selimbau tentunya (Anggrek alam yang tumbuh secara alami dalam satu kawasan area). Bersama-sama para perangkat Kecamatan, Kerabat Istana kerajaan Selimbau, para Kepala Desa dan Dusun serta para personil wadah pecinta dan penyayang anggrek Selimbau KWADS (kelompok wisata anggrek Danau Sentarum) menyaksikan dengan jelas tentang kekayaan yang mereka miliki. Pada waktu menjelang siang acara baru selesai dilaksanakan, dilanjutkan berkeliling dengan perahu di sekitar kota Kecamatan untuk melihat dan memberi tanda pada pohon yang menjadi “Aset wisata”.

Sebagai asset wisata di ibu kota Kecamatan Selimbau tentu menjadi daya tarik dan perhatian, dengan harapan akan tumbuh rasa memiliki(dijaga d an dipelihara) tapi bukan untuk “dimiliki”.