Workshop Forest and Health

CIFOR, Riak Bumi dan Health in Harmony menyelenggarakan workshop tentang "Forest and Human Health" (Hutan dan Kesehatan Manusia) di Pontianak pada tanggal 29-31 Oktober 2007. Workshop serupa juga diadakan di 3 negara, Cameroon, Brazil dan Tanzania. Workshop ini diharapkan dapat memberikan kontribusi rekomendasi cerdas tentang kaitan antara hutan dan kesehatan manusia. Hutan adalah sumber obat-obatan dan pangan, namun di satu sisi, hutan juga merupakan sumber penyakit. Kerusakan hutan berdampak cukup signifikan terhadap kesehatan manusia demikian juga sebaliknya upaya melestarikan hutan juga membutuhkan masyarakat yang sehat.

Peserta workshop aktif bertukar pengalaman dan pemikiran, mereka berasal dari beragam latar belakang: Masyarakat lokal, peneliti, ahli biologi, dokter, departemen kehutanan, taman nasional, dan departemen kesehatan. Workshop ini difasilitasi oleh tim INSPIRIT dengan teknik fasilitasi vibran. 

Activities of Riak Bumi 2006

1. Research on impact of water quality to fishes population degradation in Danau Sentarum National Park

This research undertaken in 4 locations (Pulau Majang villages, Leboyan, Meliau and Pega. This activities is joint research between CIFOR and Riak Bumi in January 2006.

2. Internal Control system training for forest honey collector groups in Danau Sentarum National Park

This activity is one of the conditions for getting forest honey organic certification in Danau Sentarum National Park. This training aim is to develop system on internal control quality and to develop production and marketing management for honey collector groups. This training conducted for 4 days from February 23-26, 2006 in Danau Sentarum National Park that attended by 25 representatives of 5 honey collector groups (periau). This honey collector groups formulated Danau Sentarum Honey Collector Association. The training was collaboration with BIOCert, WWF Indonesia, Dian Tama dan PRCF Indonesia.

Read more: Activities of Riak Bumi 2006

Oktober 2007: Suhaid Tolak Sawit

Sekarang ini isu paling hangat adalah dimulainya kegiatan pembukaan perkebunan kelapa sawit di wilayah sekitar kawasan Danau Sentarum. Dan yang paling ribut sekarang adalah wilayah Kecamatan Suhaid di wilayah Selatan Danau Sentarum. Karena sekarang banyak konflik antara masyarakat yang pro dan anti sawit.

Sedangkan untuk sementara ini Kecamatan Semitau sudah menolak rencana sawit, katanya pihak perusahaan kelapa sawit masih terus membujuk. Berikutnya perusahaan kelapa sawit katanya akan membujuk Kecamatan Selimbau.

Sebenarnya di wilayah utara kawasan Taman Nasional Danau Sentarum akan dibangun, tetapi mereka masih dalam proses negoisasi dengan masyarakat dengan mengatas namakan bahwa mereka pihak perusahaan kayu.  Untuk lebih lengkap silahkan download file berikut ini.

borneo_tribun_suhaid_tolak_sawit

Perayaan 25 Tahun SDN 12 Semalah

Tujuan Kegiatan

1.Memfasiltasi pendidikan lingkungan bagi murid-murid SDN di kawasan konservasi TNDS yang menghadiri peringatan 25 tahun SDN 12 Semalah.
2.Memberikan perhatian kepada guru-guru SD di kawasan konservasi TNDS, khususnya dalam hal pentingnya proses penyadaran pemeliharaan lingkungan sejak usia muda.
3.Menggagas pembentukan Sekolah Kejuruan Teknologi Perikanan Darat di kawasan konservasi TNDS.

Read more: Perayaan 25 Tahun SDN 12 Semalah

Baru Ada Unit Khusus TNDS

Sejak diubah statusnya dari kawasan Suaka Margasatwa menjadi Taman Nasional pada tahun 1999, Danau Sentarum baru pada bulan Oktober tahun 2006 mempunyai Unit pelaksana Teknis. Sebelumnya Taman Nasional Danau Sentarum dikelola oleh Balai Konservasi Alam (BKSDA) Propinsi Kalimantan Barat.

Departemen Kehutanan telah membentuk Unit pelaksana Teknis (UPT) TNDS sebagai pemegang otoritas pengelolaan (management authority) dan menunjuk Pak Suwignyo sebagai Kepala Balai Taman Nasional Danau Sentarum yang pertama kali.

Selamat Kepada Pak Suwignyo! Harapannya UPT TNDS ini akan berperan penting dalam pengelolaan TNDS yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan perlindungan ekosistem lahan basah.