Baru Ada Unit Khusus TNDS

Sejak diubah statusnya dari kawasan Suaka Margasatwa menjadi Taman Nasional pada tahun 1999, Danau Sentarum baru pada bulan Oktober tahun 2006 mempunyai Unit pelaksana Teknis. Sebelumnya Taman Nasional Danau Sentarum dikelola oleh Balai Konservasi Alam (BKSDA) Propinsi Kalimantan Barat.

Departemen Kehutanan telah membentuk Unit pelaksana Teknis (UPT) TNDS sebagai pemegang otoritas pengelolaan (management authority) dan menunjuk Pak Suwignyo sebagai Kepala Balai Taman Nasional Danau Sentarum yang pertama kali.

Selamat Kepada Pak Suwignyo! Harapannya UPT TNDS ini akan berperan penting dalam pengelolaan TNDS yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan perlindungan ekosistem lahan basah.

Pemilihan Pengurus POKJA TNDS

Seusai mengikuti acara pertemuan Konsultasi Publik RPTNDS ini, pada tanggal 30 Maret 2007 di Putussibau kelompok masyarakat Taman Nasional Danau Sentarum mengadakan pertemuan internal untuk membentuk kepengurusan Kelompok Kerja Masyarakat Taman Nasional Danau Sentarum dan sekitarnya.

Dari hasil pertemuan ini maka terbentuklah kepengurusan POKJA Masyarakat TNDS dan sekitarnya sebagai berikut:Ketua: Jeni; Wakil Ketua: Abdul Muin; Sekretaris: Ja’far Hendri; Bendahara: Harryanto.

Hasil pertemuan internal ini kemudian ditanda tangani oleh seluruh anggota POKJA sebagai bukti persetujuan dan pengesahan kepengurusan POKJA.

Di Balik Penyerahan Sertifikasi Madu

Hari itu, tanggal 16 Juli 2007, setelah menanti sejak pagi hari di Ruang Sidang Hotel Safari Garden, Cisarua , Bogor,  akhirnya pada jam 22.12 malam, di bagian akhir acara pembukaan Rapat Koordinasi Teknis Bidang Perlindungan Hutan Dan Konservasi Alam (PHKA), tibalah saat yang dinantikan. Pemandu acara mengumumkan: ”Penyerahan sertifikasi madu hutan yang akan diberikan kepada masyarakat petani lebah madu yang merupakan binaan Taman Nasional Danau Sentarum yang berlokasi di Desa Nanga Leboyan, Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Untuk itu kepada Bapak A. M. Ronny Mulyadi, selaku wakil dari masyarakat petani lebah madu untuk maju ke depan. Dan kami mohon perkenan Bapak Mentri Kehutanan dengan didampingi Bapak Dirjen PHKA dan SekJen DepHut untuk menyerahkan sertifikasi dimaksud”.

Read more: Di Balik Penyerahan Sertifikasi Madu

Sertifikasi Organik Danau Sentarum

11 Mei 2007, Asosiasi Periau Danau Sentarum mendapatkan Sertifikat Organik untuk produk Madu Hutan. Sertifikat dikeluarkan oleh BioCert, lembaga sertfikat organik indonesia.

Rencana Pengelolaan TNDS 25 Tahun

Sebagai salah satu situs Ramsar dan berstatus taman nasional, kawasan TNDS harus memiliki rencana pengelolaan yang sejalan dengan tujuan penetapan dan pengelolaan kawasan konservasi yaitu terutama ditujukan untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan ekosistemnya agar dapat mendukung upaya peningkatan kesejahteraan dan mutu kehidupan masyarakat sekitar.

Read more: Rencana Pengelolaan TNDS 25 Tahun