Agustus 07: Launching Madu Organik

Kelompok petani madu hutan di Taman Nasional Danau Sentarum yang menamakan: Asosiasi Periau Danau Sentarum (APDS) pada tanggal 11 Mei 2007 telah mendapatkan sertifikat organik madu hutan Apis dorsata dari BIOCert sebuah badan sertifikasi organik untuk pangan Indonesia. APDS ini merupakan salah satu anggota Jaringan Madu Hutan Apis dorsata Indonesia (JMHI). Riak Bumi sebagai pendamping petani madu di Danau Sentaru juga sebagai Sekretariat JMHI. 

Produk madu hutan organik dari Danau Sentarum ini  rencananya akan di lounching pada tanggal 31 Agustus 2007 di Q-book daerah Kemang, Jakarta Selatan oleh Dian Niaga sebagai mitra utama (core partner) untuk produk dari Jaringan Madu Hutan Indonesia. Tujuan lounching ini juga untuk  memperkenalkan secara lebih luas produk madu hutan organik kepada masyarakat luas. Juga untuk meningkatkan pendapatan petani madu serta turut menjaga keberadaan hutan di Indonesia

September 07: Ulang Tahun Riak Bumi

Riak Bumi terbentuk pada tanggal 9 September 2000. Tadinya kita mau bikin angka yang "heng" 9-9-99,  maksudnya mau dibentuk pada tanggal 9 September 1999. Tapi sayangnya waktu itu belum siap, jadi mesti mundur setahun.

Tidak terasa Riak Bumi segera akan berulang tahun yang ke 7 tahun pada 2007 ini. Rencananya seluruh staf Riak Bumi akan merayakan hari ulang tahunnya ke 7 ini di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum dimana Riak Bumi berfokus untuk pengabdiannya kepada masyarakat dan lingkungan. Perayaan tersebut akan dilaksanakan di atas kapal motor atau motor bandung. Ulang Tahun ini juga sebagai waktu dimana Riak Bumi merefleksikan karya-karyanya pada tahun-tahun lalu dan berupaya untuk lebih maju dan lebih baik dalam karya pelayanan sosialnya kepada masyarakat dan lingkungan di Danau Sentarum.

Desember 07: Tolak Bala di TNDS

Upacara tolak bala adalah ritual tradisi untuk menangkal mara bahaya dengan cara mengusir roh-roh jahat yang dapat mengganggu ketentraman atau mengancam keselamatan kita.

Para pemuka adat dari berbagai etnis yang ada di Danau Sentarum dan sekitarnya telah membentuk organisasi masyarakat berupa: Dewan Adat Lintas Etnis Danau Sentarum pada November 2006 yang lalu. Beberapa etnis yang tergabung adalah Melayu, Iban, Kantuk dan Embaloh (MIKE). Mereka bersepakat secara bersama-sama akan melakukan upacara tolak bala di Bukit Tekenang pada tanggal 18 Desember 2007.

Tujuan upacara "Tolak Bala" ini adalah untuk melindungi kawasan Danau Sentarum dan sekitarnya dari berbagai ancaman yang dapat merusak kawasan Danau Sentarum dan sekitarnya. Upacara ini juga bertujuan untuk melestarikan adat istiadat serta mendukung pariwisata di kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Desember 07: Pertemuan Tahunan Masyarakat TNDS

Pertemuan Tahunan Masyarakat TNDS ini merupakan gagasan masyarakat di kawasan ini sebagai media untuk bisa saling bertemu guna membicarakan dan menyikapi perkembangan-perkembangan yang mugkin dapat membawa perubahan kongkrit dalam pengelolaan kawasan Danau Sentarum bagi kepentingan konservasi dan kesejahteraan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan Taman Nasional Danau Sentarum.

Sampai saat ini paling tidak telah diadakan tujuh kali pertemuan yang melibatkan warga masyarakat Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) dan sekitarnya.

  1. Pertemuan Penggelolaan Dampak Kegiatan ManusiaDi Dalam Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum, Lokakarya Bersama Masyarakat yang diadakan di Pontianak pada bulan Juni 2002.
  2. Pertemuan Rencana Aksi Partisipatif Penggelolaan Taman Nasional Danau Sentarum yang diadakan di Putussibau pada bulan April 2003.
  3. Pertemuan Tahunan Masyarakat Taman Nasional Danau Sentarum yang diadakan di Nanga Leboyan pada bulan Oktober 2003.
  4. Pertemuan Perencanaan bersama Masyarakat yang diadakan di Tekenang pada bulan Oktober 2004.
  5. Pertemuan Mencari Solusi Terbaik Danau Sentarum yang diadakan di Putussibau pada bulan September 2005.
  6. Pertemuan Temu Karya Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia cabang Kapuas Hulu, yang diadakan di Pega pada bulan Mei 2006.
  7. Pertemuan Tahunan Masyarakat TNDS dan sekitarnya pada bulan Desember 2006 di Pulau Majang.

Pertemuan tahunan berikutnya disepakati akan dilaksanakan pada bulan Awal Desember 2007 di Desa Nanga Kenelang.

Sertifikasi Organik Madu Danau Sentarum

Bogor,16 Juli 2007. Petani-petani madu hutan di Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) Kapuas Hulu Kalimantan Barat yang bergabung dalam Asosiasi Periau Danau Sentarum (APDS) mendapatkan Sertifikat Sistem Pangan Organik untuk madu hutan dari BIOCert. Sertifikat tersebut diserah terimakan secara simbolik oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia, MS Kaban kepada perwakilan APDS pada tanggal 16 Juli 2007 bersamaan dengan Rapat Koordinasi Teknis Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam di Safari Garden Hotel, Cisarua, Bogor.

APDS melakukan pengumpulan madu hutan secara lestari di areal seluas 7378,4 ha dalam kawasan TNDS yang memiliki luas keseluruhan 132.000 ha. Dengan mengunakan mekanisme pengawasan mutu kelompok (internal control system=ICS), APDS memastikan bahwa madu hutan yang dikumpulkan memenuhi persyaratan sertifikasi BIOCert, SNI  01-6729-2002 dan mutu produk madu. Pemberian sertifikat organik bagi produk madu hutan merupakan yang pertama di Indonesia dan yang kedua bagi sertifikat organik yang dimiliki kelompok tani.

Read more: Sertifikasi Organik Madu Danau Sentarum