Anyaman

Masyarakat di kawasan Danau Sentarum sejak turun-temurun telah mempunyai ketrampilan membuat anyaman. Sebagian besar bahan baku anyaman adalah dari rotan. Anyaman rotan ini dibuat untuk alat kepertikar_bembanluan sehari-hari seperti: perangkap ikan, bakul untuk menyimpan dan membawa barang.

Selain dibuat anyaman, rotan oleh masyarakat dijual dalam bentuk bahan mentah kepada perusahaan kayu. Kenyataan menunjukan dengan Rp 2,500,- yang diterima oleh masyarakat dari penjualan rotan, bisa memproduksi sekitar 50 anyaman. Dan penganyam bisa memperoleh Rp 125,000,- untuk jumlah rotan yang sama setelah dibuat anyaman dan dijual. Berdasarkan survey pasar, ternyata produk anyaman juga mempunyai prospek pasar di luar, hanya harganya relatif lebih mahal dibandingkan, karena biaya transportasi yang tinggi.

Kegiatan ini dimulai sejak tahun 1995, meskipun intensitasnya tidak begitu banyak, namun hingga sekarang produksi anyaman dan pemasaran terus berlanjut.