Damar

Damar merupakan hasil hutan bukan kayu (NTFP) yang ramah lingkungan. Potensinya cukup besar di Danau Sentarum sebagian besar adalah jenis kayu Menungau (Vatica menungau) dan kayu Kamsia (Mesua hexapetalum).

Berdasarkan study kepustakaan yang kita lakukan diperoleh gambaran bahwa potensi kayu Menungau yang merupakan salah satu jenis kayu penghasil damar yang potensial di Danau Sentarum dalam satu hektar, terdapat 70 sampai 150 batang kayu Menungau.Selama kurun waktu 20-40 tahun, damar tidak pernah diusahakan lagi oleh masyarakat, kecuali di Pulau Majang tahun 1998 pernah mendapatkan pesanan dari Sarawak-Malaysia.

Pada tahun 1998 kita memulai membantu masyarakat memasarkan damar dari Danau Sentarum. Luar biasa, hanya dalam waktu 2 minggu masyarakat di kampung Semalah bisa menghasilkan 10 ton damar dan hingga sekarang tidak kurang dari 30 ton damar sudah dijual dari kawasan Danau Sentarum.

Berdasarkan survey pasar, ternyata banyak sekali yang meminati produk ini. Namun yang menjadi masalah adalah harga bahan baku damar sangat murah, sekitar Rp 800,- hingga Rp 1300,-/kg. Dengan lokasi yang jauh akan berpengaruh terhadap ongkos transportasi yang besar, sehingga biaya-biaya secara otomatis menjadi tinggi menyebabkan sulit untuk membantu masyarakat memasarkan damar, jika harga di tingkat pasar tidak bisa ditingkatkan. Kami berupaya untuk mencari pasar ke luar Kalimantan, misalnya ke daerah Jawa sebab di daerah tersebut permintaan datang, sebagai bahan baku untuk membuat cat.


Laporan Hasil Survey Potensi Damar Di Kawasan Suaka Margasatwa Danau Sentarum, Kapuas Hulu. (Yayasan Dian Tama, 1988)