Kain Tenun

kain_tenunMasyarakat suku Iban mempunyai ketrampilan membuat kain tenun secara tradisional dari generasi ke generasi. Kain tenun yang oleh masyarakat setempat disebut “pua kumbo” sebagian besar diwarnai dengan pewarna alami yang bahan bakunya dari daun, buah dan akar kayu yang tumbuh secara liar di sekitar hutan.

Kain tenun yang biasanya dipakai untuk pakaian adat pada upacara-upacara tertentu ini sangat mendukung upaya konservasi hutan, karena bahan-bahannya diambil dari hutan, sehingga mulai tahun 1995 hingga sekarang kegiatan pemasaran kain tenun ini tetap diupayakan.

Jenis produk ini sangat eksklusif, karena dibuat dengan tangan (hand made) dan bukan merupakan pekerjaan utama masyarakat, makanya perlu waktu yang relatif lama membuat dan harganya cukup mahal. Sehingga biasanya hanya dijual kepada para turis yang langsung datang atau dipasarkan di Pontianak dan Serawak dalam jumlah yang relatif sedikit.