keong_mas2

Dear Teman-teman, Pertengahan November 2009 ini, kami baru saja kembali dari TNDS dan menemukan ada ancaman baru yang perlu segera ditangani dengan cepat: keong mas!! Tim kita yiatu Mas Leon dan Pak Itam yang pertama menemukan, waktu lewat Danau Sekawi ada telur-telur keong mas yang menempel di daun dan batang tumbuhan-tumbuhan, serta di badan perahu.

 

keong_mas2Lalu kita sama-sama ke kampung terdekat (Lupak Mawang) ngobrol-ngobrol di sana. Ternyata yang bawa pertama adalah orang Jawa Sintang pedagang ikan yang nikah dengan orang Lupak Mawang, sekitar setahun yg lalu. Karena telurnya nempel di badan perahu, penyebarannya jadi cepat sekali kemana-mana. Kalau terlambat menahan laju penyebarannya, kasihan masyarakat yang menanam padi dan hasil kebun lain, karena bisa menyebabkan gagal panen diserang keong mas. Tumbuh-tumbuhan lain di TNDS juga terancam diserang. Perlu kekompakan kita semua untuk segera mengatasi ini. Usul kami, kita sama-sama:

1. Semua yang ke TNDS, siapapun, kapanpun, ngasih tau masyarakat ttg bahaya keong mas (yaitu salah satu hama yang paling berbahaya untuk padi dan tumbuhan-tumbuhan lainnya). Kami lakukan ini di Lupak Mawang dan di Pega, mereka kaget waktu tau bahayanya.

2. Semua yang ke TNDS kalo nemu keong mas dan telur-telurnya (lihat foto) di mana pun ambil lalu hancurkan, dan juga ngajak masyarakat untuk melakukan hal yang sama. Anjurkan masyarakat utk mengambil dan menghancurkan telur 1-2 kali seminggu, dan keong 3 kali seminggu.

3. Jangan ajak masyarakat untuk jadikan keong sebagai pakan toman! Sekali berhasil, dikhawatirkan mereka malah akan beternak keong mas.

keong1Untuk jangka panjang, mungkin ini bisa menjadi pembuka kerjasama Balai TNDS dengan Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu untuk mengadakan pendekatan ke masyarakat, tentang apa saja jenis-jenis spesies invasif dan bahayanya kalau diintroduksi ke TNDS. Dengan mengajak Dinas Perikanan kerjasama, harapannya Dinas Perikanan juga bisa memahami bahaya introduksi spesies luar.

Itu aja. Salam kompak….

Linda dan Tim TNDS CIFOR- Riak Bumi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *