Riak Bumi bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Danau Sentarum menyelenggarakan pertemuan tahunan masyarakat Taman Nasional Danau Sentarum di Lanjak Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu pada bulan Maret 2009. Pertemuan tahunan masyarakat TNDS ini sudah yang ke empat kalinya. Secara berturut-turut mulai di Nanga Leboyan, Pulau Majang, Empanang dan Lanjak.

Pertemuan tahunan di Lanjak ini melibatkan sekitar 120 orang perwakilan masyarakat Danau Sentarum dari 18 kampung yang berasal dari organisasi-organisasi kelompok masyarakat yaitu: kelompok nelayan, kelompok petani madu hutan, kelompok perempuan pengerajin, kelompok radio komunitas, kelompok kepala desa/dusun dan kelompok adat. Dalam pertemuan ini juga melibatkan pihak pemerintah kabupaten Kapuas hulu dan beberapa LSM yang mempunyai keperdulian terhadap TNDS misalnya WWF Putussibau, FLEGTI dan Walhi.

 

Pertemuan ini merupakan pertemuan yang sangat menarik, karena perwakilan masyarakat menyampaikan impian mereka selama 5 tahun ke depan dalam bentuk drama. Sesuatu metode baru yang coba diterapkan dalam pertemuan tahunan dengan difasilitasi oleh Inspirit, dimana metode yang dipergunakan adalah “appreciative inquiry”. Metode ini berusaha menggali dan mengumpulkan kekuatan yang ada di masyarakat bahwa dengan menumbuhkan kebanggaan mereka sebagai masyarakat di Danau Sentarum mereka mampu memimpikan dan mencapai impian itu ke depan.

Pertemuan tahunan sebelum-sebelumnya lebih menggunakan pendekatan masalah. Sehingga yang muncul adalah keluhan dan tuntutan kepada pihak luar untuk menyelesaikan masalah mereka. Metode appreciative inquiry ini justru sebaliknya, mereka berupaya menggapai mimpi mereka dengan kekuatan yang ada. Riak Bumi juga mengundang teather “dapur” dari Pontianak untuk memberikan pelatihan singkat untuk persiapan pementasan dan mereka juga mementaskan sebuah drama dengan judul “oleh-oleh dari kota”. Suasana pertemuan kali ini lebih seperti sebuah perayaan dan nantinya pertemuan tahunan ini menjadi sebuah festival masyarakat yang didalamnya tidak hanya pertemuan, tetapi juga hiburan, pameran, perlombaan dan lain-lain sehingga menjadi meriah dan hidup.

Secara umum impian masyarakat Danau Sentarum ingin supaya madu hutan lebih banyak, ikan lebih banyak, tidak ada lagi penggunaan racun dan warin untuk menangkap ikan, adanya fasilitas pendidikan dan kesehatan yang lebih memadai untuk masyarakat dan ekspansi perkebunan kelapa sawit terhenti. Impian masyarakat ini dibuat visual dalam bentuk poster berukuran 3×4 meter yang didistribusikan ke tiap kampung perwakilan di 18 kampung. Hal ini dimaksudkan supaya mereka terus mengingat sampai 5 tahun ke depan mimpi mereka dan berusaha setiap saat untuk mewujudkan impian tersebut. Semoga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *