Ketinggian air sudah mulai turun awal Januari 2011 dari banjir tahun lalu yang merupakan banjir terbesar sejak sepuluh tahun lalu, rumah-rumah yang tadinya terendam dan dibuat lantai sementara seperti para-para di dalam rumah, kini sudah dibongkar. Kegiatan mulai kembali normal, mencari ikan bagi nelayan, berladang bagi petani telah kembali sebagaimana biasanya. Namun sisa banjir besar masih menjadi topik hangat yang terjadi tahun ini masih menyisakan hasil, baik maupun buruk, untung maupun rugi.

 

Tuhan memang adil, ternyata banjir tidak hanya membawa petaka tapi juga membawa hikmat bagi masyarakat di Danau Sentarum. Bagaimana tidak, para petani di kampung Kenelang misalnya paska banjir besar tahun ini mendapatkan banyak ikan lais untuk dibuatkan ikan salai, meskipun sekarang ini harga lais sudah turun,  seharga 60.000-70.000 perkilo gram dibandingkan beberapa bulan lalu harga mencapai 100.000 perkilo gram. Bahkan kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya bahwa panen ikan tahun ini lebih banyak karena air tinggi dan tidak ada kemarau sepanjang tahun.

Hal yang menarik di Kenelang bahwa mereka sudah tidak lagi menggunakan  “jermal padat” untuk menangkap ikan yang sebenarnya sudah dilarang sejak beberapa tahun yang lalu baik oleh peraturan nelayan yang diperkuat dengan peraturan daerah, karena ikan kecil sekalipun bisa tertangkap dan menyebabkan penurunan jumlah populasi ikan di Danau Sentarum secara drastis. Sekarang ini mereka menangkap ikan dengan menggunakan “bubu bidang” dengan bahan nilon yang ukuran mata pukat 1-2,5 inci, ini berarti lebih dibandingkan dengan jermal padat maupun anjuran pemeritah daerah yaitu ¾ inci. Dengan alat ini ikan besar saja yang tertangkap dan hal ini lebih menguntungkan.

Di Sungai Pelaik juga mereka bilang bahwa panen ikan banyak sekarang, bahkan di depan rumah panjang mereka atau di depan lapangan volly mereka bisa memancing dan menjala dengan mendapatkan ikan dalam jumlah cukup banyak ketika itu. Di Semalah sekarang ini ikan baung mudah didapatkan dengan memancing, lagi pula harganya mahal bulan lalu dimana harga perkilogram bisa mencapai 20.000 perkilo gram.

Namun di samping itu juga banyak hal yang kurang menguntungkan misalnya Sungai Pelaik mereka bilang panen padi ladang kali ini gagal, paling hanya tersisa untuk benih ikan saja. Selain disebabkan oleh air banjir juga bahwa padi yang tidak terendam air juga banyak yang mati terserang hama yang tidak jelas jenis hamanya dan bahkan tidak kelihatan, tiba-tiba padi mati mulai dari bagian batangnya.

Beberapa jenis kayu seperti jenis pohon kamsia, putat, menungau dan lain-lain yang merupakan pakan lebah hutan di Danau Sentarum banyak yang mati karena air tidak pernah kemarau sepanjang tahun yang biasanya dalam setahun pohon-pohon ini terendam selama sembilan bulan dan kemarau selama tiga bulan. Selain itu, hampir semua jenis tanaman buah-buahan mati karena tidak tahan terendam air selama sebulan ketika itu dan beberapa tanaman karet terutama yang masih kecil yang baru ditanam juga mati karena terendam air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *